Hujan Deras Terjang Banyuglugur: Jembatan Putus dan Akses Pendidikan di Desa Lubawang Terancam

SITUBONDO – Intensitas hujan yang sangat tinggi pada Kamis malam (21/1) mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah di Dusun Curahguno, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan satu jembatan putus total dan mengancam akses utama menuju lembaga pendidikan MI Raudlatul Ulum.


Hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 16.00 WIB hingga 20.00 WIB. Puncaknya terjadi selama tiga jam, antara pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, di mana debit air dari wilayah pegunungan dan pemukiman meningkat drastis.

Dahsyatnya arus sungai menyebabkan abrasi besar-besaran yang menggerus pondasi jalan dan jembatan. Di RT 012 RW 005 Dusun Curahguno, satu unit jembatan dilaporkan putus total, sementara beberapa titik jalan lainnya mengalami kerusakan berat akibat tergerus air.
Dampak Sektor Pendidikan dan Ekonomi
Kerusakan ini membawa dampak signifikan bagi mobilitas warga. Selain menghambat distribusi barang, kekhawatiran terbesar terletak pada akses pendidikan.

  • Akses Sekolah: Siswa MI Raudlatul Ulum Lubawang kini terancam kesulitan berangkat sekolah.
  • Infrastruktur Penunjang: Bronjong di sekitar area sekolah juga dilaporkan tergerus air, yang jika dibiarkan dapat membahayakan bangunan di sekitarnya.
  • Ekonomi Warga: Jalan yang rusak merupakan akses tunggal bagi masyarakat setempat untuk beraktivitas sehari-hari.

Menanggapi bencana tersebut, pihak pemerintah desa bersama jajaran kecamatan dan daerah telah turun langsung melakukan peninjauan lokasi pada Jumat pagi (23/1). Masyarakat mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam memantau situasi di lapangan.
Namun, warga berharap tindakan tidak berhenti pada peninjauan saja. Perbaikan permanen menjadi tuntutan utama mengingat pentingnya jalur tersebut.

“Kami berharap segera ada perbaikan jalan dan jembatan secara permanen. Selain itu, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sangat mendesak agar kejadian serupa tidak terulang kembali saat hujan deras melanda,” ujar salah satu warga setempat.

Saat ini, warga secara swadaya berupaya mengamankan area sekitar titik longsor sambil menunggu langkah perbaikan lebih lanjut dari instansi terkait agar aktivitas pendidikan dan ekonomi dapat kembali normal.

Tris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *