Nelayan Asal Jangkar Situbondo, Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Jangkar

Situbondo, – Seorang nelayan bernama Sugianto (45 tahun) yang sebelumnya dilaporkan hilang / belum pulang saat melaut di perairan Jangkar, akhirnya ditemukan meninggal dunia di sekitar wilayah perairan setempat.

Berdasarkan informasi Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, kejadian bermula ketika pada Senin, 03 Agustus 2026 pukul sekitar 07.00 WIB, Sat Polairud Polres Situbondo berangkat menuju lokasi diduga korban jatuh ke laut setelah hilang kontak saat bekerja melaut. Keluarga kemudian menginformasikan bahwa korban ditemukan oleh nelayan lain bernama Suto di sekitar perairan ±2 mil utara bibir pantai Asta.

Selanjutnya, Suto yang berangkat memancing seorang diri dari pesisir Padukuhan Asta, Kecamatan Jangkar, menemukan jenazah mengambang di laut sekitar 500 meter dari lokasi memancingnya. Setelah memberikan informasi kepada pihak keluarga/kerabat yang kebetulan berada di sekitar lokasi, Suto kemudian kembali ke rumah dan mengabarkan kepada keluarga korban.

Pada pukul sekitar 08.30 WIB, perahu yang mengevakuasi jenazah tiba di bibir pantai sebelah timur Pelabuhan Jangkar. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Jangkar.

Sekitar pukul 08.40 WIB, jenazah tiba di rumah duka dan dilakukan otopsi luar oleh petugas medis Puskesmas Jangkar. Dari hasil pemeriksaan medis luar dinyatakan bahwa tidak ditemukan luka atau bekas penganiayaan, dan korban meninggal diduga akibat tenggelam di laut. Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan medis tersebut dan menolak autopsi jenazah, karena menganggap kematian korban merupakan musibah, serta telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Ungkap Puriyono kordinator Pusdalops BPBD Situbondo.

Turut hadir dalam penanganan kejadian ini antara lain Camat Jangkar, Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, Satpolairud Polres Situbondo, Kamla TNI AL Pos Jangkar, serta unsur BPBD, Tagana Dinsos, dan tim medis Puskesmas Jangkar, termasuk perangkat desa/kelurahan dan nelayan setempat. Ungkapnya lagi.

Hariadi/Boy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *