Mas Rio Pilih Fokus Tangani BBM, Penghargaan Tetap Diterima Wakil Bupati Situbondo
SITUBONDO — Perbincangan mengenai kepemimpinan kepala daerah kembali ramai di media sosial. Kali ini, publik membandingkan langkah Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio dengan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait, di tengah persoalan kelangkaan dan antrean BBM yang menjadi perhatian masyarakat pada September 2026.
Yang menarik, saat agenda penghargaan berlangsung, Kabupaten Situbondo tetap hadir dengan representasi pimpinan daerah. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Situbondo, sehingga capaian daerah tetap terwakili secara resmi. Sementara itu, Mas Rio memilih tetap berkonsentrasi pada persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, termasuk melakukan koordinasi intensif dengan pihak Pertamina untuk memastikan pasokan BBM di Situbondo aman.
Langkah tersebut justru mendapat perhatian karena menunjukkan bahwa penghargaan bukan menjadi satu-satunya prioritas. Ketika masyarakat membutuhkan kepastian terkait BBM, Bupati Situbondo memilih memastikan persoalan di lapangan mendapatkan penanganan. Hasil koordinasi tersebut bahkan membuahkan tambahan pasokan ratusan ribu liter BBM untuk wilayah Situbondo.
Di sisi lain, dalam agenda penghargaan yang sama, Kabupaten Jember disebut mengirimkan perwakilan dari jajaran asisten. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari sejumlah netizen di media sosial: “Lalu, di mana Wakil Bupati Jember?” Pertanyaan tersebut berkembang menjadi bahan perbandingan publik mengenai bagaimana masing-masing daerah menghadirkan representasi pimpinan dalam agenda penghargaan.
Namun, jika melihat dari sisi Situbondo, tidak hadirnya Mas Rio dalam agenda penghargaan bukan berarti daerah tidak menghargai capaian tersebut. Justru penghargaan tetap diwakili oleh Wakil Bupati Situbondo. Pada saat yang sama, Bupati dapat memusatkan perhatian pada persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Inilah yang kemudian menjadi pembeda dalam sudut pandang publik: penghargaan tetap diambil, tetapi persoalan rakyat juga tidak ditinggalkan. Mas Rio menunjukkan bahwa seorang kepala daerah tidak harus selalu hadir dalam setiap seremoni untuk membuktikan kinerjanya. Ketika masyarakat menghadapi persoalan mendesak, hadir melalui tindakan dan koordinasi nyata justru menjadi bentuk kepemimpinan yang paling dirasakan.
Pada akhirnya, penghargaan adalah kebanggaan bagi daerah. Tetapi memastikan kendaraan masyarakat tetap bisa bergerak, aktivitas ekonomi tetap berjalan, dan kebutuhan BBM warga terpenuhi adalah bagian dari tanggung jawab yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dan di tengah perbincangan tersebut, Situbondo memberikan pesan sederhana: prestasi tetap diapresiasi, tetapi ketika rakyat membutuhkan, pelayanan tetap menjadi prioritas.
Hariadi/Boy

