Warga Dusun Bales Oloh Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Longsor
SITUBONDO, – Warga Dusun Bales Oloh, Desa Plalangan, Kecamatan Sumbermalang, mendesak pemerintah desa dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera memperbaiki jalan yang longsor akibat hujan dan banjir hebat pada Februari 2025 lalu. Longsor tersebut telah menggerus sebagian besar badan jalan, yang semula memiliki lebar lebih dari 3 meter, kini hanya tersisa sekitar 1 meter dan sangat membahayakan pengguna jalan.

Warga sudah melaporkan kerusakan ini ke pemerintah desa dan Dinas PUPR. Kedua pihak memang telah melakukan survei dan menjanjikan perbaikan akan dilakukan pada bulan Mei. Namun hingga pertengahan Juni ini, belum ada tanda-tanda realisasi, dan warga semakin kecewa dengan lambannya penanganan.
“Jalan ini sangat penting untuk aktivitas warga. Sekarang kami hanya bisa melintasi jalan dengan sepeda motor. Mobil tidak bisa lewat, irigasi sawah rusak, dan pengangkutan hasil panen jadi sangat sulit,” ungkap salah satu warga yang ikut menyuarakan keluhan ke pemerintah.
Kerusakan jalan ini membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Saluran irigasi yang ikut rusak membuat para petani kesulitan mengairi sawah, sehingga hasil pertanian menurun. Akses jalan yang sempit dan rawan longsor membuat warga kesulitan beraktivitas, sementara pengangkutan hasil pertanian harus dilakukan secara manual menggunakan sepeda motor. Akibatnya, biaya logistik melonjak dan produktivitas menurun. Selain itu, distribusi material bangunan juga terhambat karena kendaraan roda empat tak bisa menjangkau lokasi.
Perwakilan BPD Plalangan, Anwar Nuris, ikut menyuarakan desakan kepada pemerintah agar segera turun tangan. Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak bisa ditunda lagi karena menyangkut stabilitas ekonomi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

“Kami mendesak pihak desa dan Dinas PUPR segera mempercepat proses perbaikan jalan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi menyangkut kehidupan ekonomi masyarakat. Kalau akses jalan kembali normal, maka roda ekonomi bisa kembali bergerak. Warga bisa mengangkut hasil panen dengan lancar, logistik kembali stabil, dan ke depan masyarakat bisa naik kelas, tidak terus-terusan tertinggal,” tegas Anwar Nuris.
Ia menambahkan, jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memperburuk kesenjangan ekonomi dan memperlama pemulihan pasca-bencana. Anwar berharap pemasangan bronjong atau penahan tebing juga segera dilakukan agar tidak terjadi longsor susulan saat musim hujan datang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR terkait kepastian pelaksanaan perbaikan jalan tersebut. Warga berharap suara mereka segera ditindaklanjuti sebelum dampaknya semakin luas dan merugikan.
Tur

