Banjir Terparah Awal 2026? Data Sementara, Situbondo Catat Dampak Besar Di Enam Kecamatan.

Situbondo — Hingga Jumat, 23 Januari 2026, pukul 18.18 WIB, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo mengakibatkan dampak yang cukup signifikan terhadap permukiman warga maupun infrastruktur publik. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, bencana hidrometeorologi tersebut tercatat terjadi di enam kecamatan.

Dalam laporan awal tersebut, BPBD mencatat sebanyak 32 unit rumah warga mengalami kerusakan berat akibat terjangan banjir. Selain itu, sebanyak 307 rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang, sementara 6.863 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Secara keseluruhan, jumlah rumah yang terdampak banjir di enam kecamatan tersebut mencapai 7202 unit, baik terdampak langsung maupun tidak langsung.

Tidak hanya berdampak pada permukiman warga, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital di wilayah terdampak. Di Kecamatan Jatibanteng dan Kecamatan Kendit, beberapa ruas jalan dilaporkan mengalami kerusakan sehingga mengganggu mobilitas masyarakat. Selain itu, lahan pertanian milik warga turut terdampak, menyebabkan kerugian bagi sektor pertanian. Kerusakan juga terjadi pada plengsengan dan struktur penahan tebing di sepanjang aliran sungai, yang berpotensi meningkatkan risiko banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Seluruh data tersebut diperoleh dari Posko BPBD Kabupaten Situbondo yang beroperasi selama 24 jam penuh untuk merespons kondisi darurat, melakukan koordinasi lintas sektor, serta menghimpun laporan dari petugas di lapangan. Hingga saat ini, tim BPBD bersama unsur terkait masih terus melakukan asesmen dan pendataan secara menyeluruh di wilayah-wilayah terdampak guna memastikan kondisi riil di lapangan.

BPBD Kabupaten Situbondo menegaskan bahwa data kerusakan yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan seiring dengan perkembangan hasil pendataan lanjutan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak terpaku pada angka sementara dan tetap mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama BPBD juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan banjir, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan terjadinya bencana susulan. Masyarakat diminta untuk mematuhi arahan petugas, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Upaya penanganan darurat dan pemulihan awal terus dilakukan secara bertahap, termasuk pemantauan kondisi sungai, pembersihan material sisa banjir, serta koordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Hariadi/Boy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *