Infrastruktur Air Diperkuat, Lamongan Jaga Posisi Lumbung Padi Nasional
LAMONGAN, – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat upaya menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah melalui berbagai program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA dan BK). Langkah tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian tetap terjaga, sekaligus mempertahankan posisi Lamongan sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Indonesia.

Program pembangunan yang dijalankan meliputi normalisasi saluran sungai dan jaringan irigasi, normalisasi waduk, pembangunan embung baru, rehabilitasi saluran irigasi, penguatan tanggul, serta berbagai infrastruktur penunjang lainnya yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Dinas SDA dan BK Kabupaten Lamongan, Syaikhu R., menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur sumber daya air memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kelancaran distribusi air merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas dan peningkatan produksi padi. Oleh karena itu, pemerintah daerah secara rutin melaksanakan pemeliharaan jaringan irigasi, pengerukan sedimentasi, pembersihan saluran, serta berbagai langkah teknis lainnya guna memastikan aliran air menuju lahan pertanian berjalan optimal.
“Normalisasi saluran sungai dan jaringan irigasi merupakan langkah strategis untuk memastikan kebutuhan air pertanian terpenuhi secara optimal. Dengan aliran air yang lancar, produktivitas padi dapat tetap stabil bahkan meningkat, sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” ujar Syaikhu.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir saat musim penghujan maupun kekeringan pada musim kemarau.
Menurutnya, saluran air yang terawat dengan baik akan mampu meningkatkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air, sehingga dapat meminimalkan risiko genangan sekaligus menjamin pasokan air bagi kebutuhan pertanian masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan sektor pertanian.
Syaikhu menambahkan, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya bergantung pada kerja keras petani, tetapi juga memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai dan berfungsi optimal. Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan seluruh jaringan irigasi primer, sekunder, maupun tersier dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Dengan program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis produktivitas padi akan tetap terjaga dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh jaringan irigasi, waduk, embung, dan saluran air dapat berfungsi dengan baik. Harapannya, petani semakin produktif, hasil panen meningkat, kesejahteraan masyarakat bertambah, dan Lamongan tetap menjadi salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
(Ltf&tim)

