MASYARAKAT DESA TIREM DAN PEMDES TIREM GELAR TASYAKURAN SEDEKAH BUMI
Gresik, – Sedekah Bumi, merupakan warisan budaya dan adat peninggalan leluhur terdahulu yang wajib dilestarikan bagi seluruh komponen masyarakat. Tradisi Sedekah Bumi, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat yang sudah berlangsung secara turun temurun.
Sedekah bumi, merupakan wujud rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rejeki melalui bumi berupa segala bentuk hasil bumi.

Sedekah bumi di desa Tirem dilaksanakan di pendopo Desa Tirem. Dimana acara dimulai dengan arak-arakan tumpeng yang di bawa menuju balai desa, doa bersama dan di lanjutkan paggelaran Wayang Kulit tersebut dilaksanakan pada siang dan malam hari di pendopo balai Desa Tirem.
Demikian yang disampaikan Kades Tirem Abah Sutopo,saat menyampaikan kepada awak media, acara Sedekah Bumi ini untuk mewujudkan rasa syukur kepada allah swt yang telah berupa nikmat dan juga hasil bumi yang berupa pangan, ucapnya.
Acara tersebut bertempat di Desa Tirem ,Kecamatan Duduksampeyan , Kabupaten Gresik, Sabtu, (30/08/2025). Di mana tradisi di desa tersebut, diselenggarakan Wayang Kulit dengan Dalang Ki Blego Ardianto asal Kecamatan Balongpanggang , Gresik dengan identik wayang Jawa timuran.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar, semua elemen dan tokoh masyarakat bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT pada acara Sedekah Bumi ini. Semoga, doa kita dikabulkan Allah dengan diberikan hasil perikanan dan pertanian yang melimpah,” ucapnya.
Sementara, Kepala Desa Tirem Abah Sutopo mengemukakan, acara Sedekah Bumi, merupakan agenda rutin tahunan Pemdes dan masyarakat.

Dijelaskannya, Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat yang dilakukan secara turun-temurun dari nenek moyang selama puluhan tahun.
“Tradisi sedekah bumi ini salah satu peninggalan leluhur dalam rangka mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Tuhan berupa hasil perikanan dan pertanian. Sekaligus sebagai upaya kami, dalam menjalin silaturahmi diantara masyarakat Desa Tirem” terang Abah Topo.
“Selanjutnya Abah Topo berharap, tradisi Sedekah Bumi dapat terus dilestarikan oleh masyarakat karena merupakan salah satu budaya lokal peninggalan leluhur. “Tradisi ini, juga sekaligus sebagai bentuk edukasi kepada generasi muda tentang budaya lokal yang ada. Yang memang syarat dengan unsur-unsur ke gotong-royongan, persatuan, dan rasa syukur,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Camat Duduksampeyan,Babinsa, Bhabinkhamtibmas, Kepala Desa Tirem, serta para perangkat desa Tirem ,RT, RW, BPD, tokoh masyarakat desa tirem, Karang taruna dan para warga masyarakat desa Tirem.
(Ltf & Vr)

