Festival Kesenian Tradisional Nganjuk 2025: Semarak Perayaan Budaya Lokal dalam Momentum Hari Jadi ke-1088

Nganjuk, – Dalam suasana penuh semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap warisan budaya lokal, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan Festival Kesenian Tradisional Nganjuk 2025, sebuah agenda budaya spektakuler yang menjadi puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ke-1088. Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi seni masyarakat, sekaligus upaya konkret dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Nganjuk.

Festival ini menghadirkan suasana meriah dan semarak sejak dimulainya parade budaya yang melibatkan 78 kelompok seni jalanan dari berbagai pelosok desa dan kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Berbagai bentuk kesenian tradisional seperti tari jaranan, reog, angklung, kuda lumping, serta iring-iringan musik tradisional memadati ruas jalan utama kota. Setiap kelompok tampil dengan penuh semangat dan kreativitas, menciptakan nuansa perayaan yang menggugah antusiasme ribuan warga yang memadati sepanjang rute parade.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Nganjuk menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian vital dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah. “Kami mengajak 78 kelompok seni jalanan untuk turut serta dalam parade budaya tahun ini. Dari total 152 kelompok yang terdaftar di Nganjuk, kami memilih peserta berdasarkan keaktifan dan kontribusi mereka dalam melestarikan budaya daerah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga ajang seleksi dan apresiasi bagi para pelaku seni tradisi di Nganjuk.

Pagelaran utama ini rencananya akan dibuka secara langsung oleh Bupati Nganjuk beserta Wakil Bupati Nganjuk, yang turut hadir untuk memberi apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya lokal. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menambah kekhidmatan suasana, serta menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah berkomitmen dalam menjaga dan mengembangkan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

Dalam sambutannya nanti, Bupati Nganjuk direncanakan akan menyampaikan pesan penting kepada generasi muda agar lebih peduli terhadap budaya sendiri. “Kita tidak bisa mewariskan budaya hanya dengan membicarakannya. Kita harus menunjukkannya, merawatnya, dan membawanya ke tengah kehidupan masyarakat,” demikian cuplikan dari rencana sambutan tersebut.

Festival ini juga menjadi momentum strategis untuk mempertegas posisi Nganjuk sebagai salah satu pusat budaya di Jawa Timur. Di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi, kegiatan seperti ini menjadi benteng pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Pemerintah berharap bahwa melalui festival tahunan ini, masyarakat—terutama generasi muda—dapat semakin mencintai dan membanggakan warisan leluhur.

Tak hanya warga Nganjuk, para wisatawan domestik dari daerah sekitar seperti Kediri, Jombang, dan Madiun pun turut hadir menyaksikan kemegahan acara budaya ini. Kehadiran mereka memberikan dorongan positif bagi sektor pariwisata lokal yang berbasis budaya.

Melalui Festival Kesenian Tradisional Nganjuk 2025, pemerintah dan masyarakat bersatu dalam semangat yang sama: menjaga warisan budaya, membangun kebanggaan kolektif, serta memperkenalkan pesona tradisi Nganjuk ke panggung nasional bahkan internasional. Ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga bentuk nyata dari cinta akan budaya sendiri.

(Rifai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *