Janji Manis Desember Lewat, Jalan Desa Ngampel Masih Menyerupai Kubangan

KEDIRI – Akses vital yang menghubungkan Dusun Ngampel menuju jalan utama Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Jalan sepanjang 3 kilometer tersebut rusak parah, meninggalkan lubang-lubang besar yang membahayakan nyawa pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (4/2/2026), lapisan aspal di sepanjang jalur tersebut nyaris sirna, menyisakan pondasi jalan yang tipis dan rapuh. Saat hujan turun, lubang-lubang sedalam mata kaki hingga betis tersebut berubah menjadi genangan air tersembunyi yang kerap menjebak pengendara.

Kerusakan ini bukan tanpa dampak. Mobilitas warga terhambat total, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Minimnya ruas jalan yang layak dilewati memaksa para pengguna jalan untuk saling berebut lajur, yang berujung pada konflik horizontal.

“Kami sangat terganggu. Kalau tidak pelan sekali, taruhannya keselamatan. Yang paling sering itu mobil berlawanan arah saling serempet karena sama-sama menghindari lubang. Jalan jadi terasa sempit sekali karena rusaknya parah,” keluh salah satu warga setempat.
Tercatat, beberapa insiden gesekan antar kendaraan telah terjadi akibat perebutan jalur “mulus” yang tersisa, mengakibatkan kerugian materiil bagi warga.

Kritik tajam pun mengarah pada lambannya respon pemerintah desa maupun daerah. Warga mengungkapkan bahwa harapan mereka sempat melambung saat Kepala Dusun Ngampel, Bapak Nasir, memberikan informasi terkait rencana perbaikan jalan.

“Informasi yang kami terima sebelumnya dari Pak Kasun, katanya jalan akan diperbaiki Desember 2025. Tapi faktanya, sekarang sudah Februari 2026 dan belum ada tanda-tanda alat berat masuk,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.

Belum adanya realisasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai transparansi dan skala prioritas anggaran pembangunan di wilayah tersebut.

Butuh Tindakan Nyata, Bukan Tambal Sulam
Warga kini menuntut tindakan nyata yang bersifat permanen. Mereka menolak jika pemerintah hanya memberikan solusi “tambal sulam” yang biasanya kembali hancur dalam hitungan minggu akibat intensitas hujan tinggi dan lalu lintas kendaraan berat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian kapan akses ekonomi mereka akan diperbaiki secara layak agar aktivitas sosial dan ekonomi di Desa Ngampel tidak semakin terpuruk.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *