PERJUANGAN PENJUAL ES YANG MENDAPAT KESENJANGAN

SITUBONDO, – Minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Situbondo, kecamatan Besuki, menuntut para warganya untuk kreatif di dalam mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu banyak para warga memilih untuk berjualan, walau hanya sebatas berjualan jajanan dan lain – lain.

Seperti halnya apa yang di lakukan oleh Rossi 41thn warga Desa Kalimas, Kecamatan Besuki. Dia berusaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan cara berjualan es, untuk mendapat penghasilan guna memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari – hari keluarganya, yang menggunakan gerobak temporary.

Tepatnya pada saat awak media monitoring di area alun – alun Besuki pada hari selasa 02/01/2024, awak media mendapati keluhan darinya. Dia mengeluhkan tentang kejadian yang di alaminya, lalu wawancara pun di lakukan. “Saya berjualan es mas di area sekitar alun – alun Besuki, tapi beberapa kali saya mendapat pengusiran dari beberapa oknum petugas dan RT”, ujarnya dengan nada sedih.

” Oleh sebab itu beberapa kali saya pindah – pindah karena sering di usir – usir, namun anehnya pengusiran itu tidak di lakukan kepada semua pedagang, Melainkan hanya kepada beberapa penjual”, imbuhnya.

Sehingga setelah mendapati keluhan penjual es itu, awak media pun berkoordinasi dengan pihak DLH yang bertugas di wilayah Kecamatan Besuki. “Saya kurang tahu mas tentang soal itu, kalau di selatan jalan itu koordinasinya dengan kami, tapi jika yang di utara jalan itu ke RT setempat mas”, terangnya saat di hubungi melalui via celuler.

Oleh karena itu awak mediapun langsung beranjak untuk mengkonfirmasi persoalan itu kepada RT setempat, namun ketika di hampiri ke kediamannya rumahnya tutup. Lalu kami pun mencoba menghubungi yang bersangkutan melalui via celuler juga, dengan mengirim chat via WhatsApp namun tidak ada respon.

Tidak luput awak media pun mewawancara pemilik Toko Kartika yang di depan tokonya itu ditempati berjualan oleh Rossi, “Saya tidak masalah pak, asal ada ijin dari pak RT soalnya jika tidak ijin ke RT. saya takut di komplain atau di tegur, karena saya sempat di datangi dan diwanti-wanti oleh pak RT agar tidak memberi ijin kepada siapapun untuk berjualan didepan toko saya”, ungkapnya.

Namun kejadian ini menyebabkan kesenjangan dan terkesan pilih kasih, ketika kami meminta keterangan dan bertanya tentang izin kepada siapa untuk berjualan di area itu, dari penjual gorengan yang berjualan di area ruas jalan sebelah utara alun – alun Besuki yang sebelah timur. “Saya sudah minta izin ke pemilik toko mas, kalau untuk RT setempat saya tidak pernah di datangi”, terang pak ida pemilik gerobak/rombong penjual gorengan.

Peningkatan perekonomian kreatif seperti itu, harusnya berkeadilan. Jika memang boleh di tempati harusnya tidak pilih kasih, karena kegiatan positif perdagangan kreatif seperti itu sangat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

Ekosub/Teropong Reformasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *