Reklamasi dan Bangunan Diduga Ilegal Tanpa Ijin Disepanjang Pantai Pasirputih-Pantai Kerapu Situbondo
Situbondo, http://teropongreformasi.co.id – Disepanjang pesisir Pantura mulai dari Wisata Kampung Kerapu sampai Wisata Batu Kenong Karang Mayit Kembang Sambi Pasir Putih Bungatan Situbondo banyak bangunan yg menjorok ke laut (di sempadan pantai) sehingga mengusik perkembangan pohon mangrove dan mengakibatkan banyak mangrove yg mati.

Untuk urukan warung ini menggunakan bongkaran jalan beton Km. Sby 178 PT. Gada Elang Perkasa. Material bongkaran bahu jalan mulai dari pasir putih sampai hotel sansui dibuang kemana?
Bongkaran jalan beton di km. Sby 178 di buang ke laut tepatnya km. Sby 179. Material bongkaran jalan beton dibuang kelaut / pesisir pantai diduga utk menimbun / mereklamasi warung di km. Sby. 179.


Bangunan tersebut terlalu menjorok ke laut diduga melanggar sempadan pantai, dengan menjoroknya bangunan tersebut menutup akses jalan pesisir pantai, bila air laut pasang masyarakat karang mayit yg mau jualan ke Wisata Batu Kenong tidak bisa melalui jalan pesisir pantai tsb. Sangat merugikan masyarakat dan pengunjung wisata batu kenong (wisata milik BUMDes) sehingga bisa mengurangi pemasukan pendapatan.
Warung ini yg diduga menimbun / diduga Reklamasi pesisir pantai. Pada peta village tsb melewati sepadan Pantai dan tanah tsb diduga milik Perhutani. Jika The Village Pasir Putih lengkap perijinan, ijinnya kemana? Sedangkan utk mendirikan bangunan di spadan pantai ijinnya ke provinsi, apakah sudah ada UPL UKL-nya? Kapan dibuatnya? Juga kalau menimbun pesisir pantai / diduga mereklamasi juga harus ijin ke provinsi. Terkait IMB-nya perolehan tanahnya. Tanah tersebut tanah GG(tanah milik negara) atau tanah pembelian atau kerjasama.

Untuk tanah GG(tanah milik negara) boleh tidak untuk berusaha dan diperjual belikan, karena tanah tersebut ada yg membeli pada masyarakat karang mayit ( yg mengajukan tanah Tanah Negara(TN) tersebut utk dimiliki). Village tersebut dilengkapi kolam renang apakah mempunyai ijin SIPA?
Dari gambar peta ini klo dihitung sempadan jalan dan sempadan pantai akan habis alias tidak bisa ditempati. Dari sempadan pantai 100 meter dari pasang tertinggi. Utk sempadan jalan ( lihat google) tanah tsb akan habis kena sempadan pantai dan sempadan jalan.
Akibat bangunan menjorok ke pantai maka di sekitar area tsb akan banyak genangan air ( dibarat bangunan tsb wisata batu kennong dan area konservasi tanaman laut dlm hal ini berpotensi ekosistem laut berubah genangan air tsb bila laut pasang akan di dorong ombak naik ke bahu jalan. Bangunan tsb dekat dengan konservasi tanaman laut dan dekat dengan area tanaman mangrove.

Dampak negatif reklamasi selain menyebabkan genangan air berlebih juga akan merusak plengsengan pinggir pantai / jalan karena bila air laut pasang air laut akan naik ke bahu jalan dan air tsb kembali lagi ke laut melalui celah-celah Plengsengan pinggir jalan, mengikis plengsengan tsb pelan-pelan namun pasti akhirnya plengsengan ambruk dan hancur, selain menghancurkan plengsengan juga air yg naik ke bahu jalan membawa sampah.
Bangunan ini yg terletak di timur Wisata Batu Kenong, telah menutup akses jalan di pantai bila air laut pasang masyarakat di pesisir pantai karang mayit tdk bisa lewat di pesisir pantai utk menuju wisata batu kennong ataupun ke wisata konservasi tanaman laut. Dimana yg notabene Wisata Batu Kenong milik BUMDES PASIR PUTIH tentunya wisata LEGAL. Sedangkan untuk wisata Unyil apakah Legal? Mohon ditertibkan.
Akhirnya arus dan biota laut akan berubah ke barat memenuhi di tikungan pasir putih ( barat konservasi tanaman laut terus ke pesisir pantai pasir putih. Di tikungan air laut naik ke daratan akhirnya plengsengan pinggir jalan nasional Pantura hancur berantakan mulai dulu tdk separah sekarang rusaknya.


Tampak plengsengan Wisata Batu kenong yg hancur. Di belakang bangunan / sebelahnya banyak pohon mangrove yg mati. Bila bangunan ini menjorok ke laut dan dekat dengan tumbuhan pohon mangrove maka perkembangan mangrove terganggu, tunas-tunas Baru tdk akan muncul lagi karena area lahan mangrove berkurang/terdesak oleh bangunan yg menjorok ke laut. Bagaimana dengan bangunan ini apa sdh memiliki ijin lingkungan dan UPL UKL?

Dampak banyak nya bangunan yg menjorok ke laut ekosistem laut berubah. Selain pesisir pantai banyak sampah juga sepadan jalan pantura jalan nasional plengsengan banyak yg rusak, karena bila air laut pasang air laut akan naik ke jalan dan kembali lagi ke laut melalui celah-celah Plengsengan pinggir jalan ( tepi pantai).
Bila direklamasi air laut akan menempati dataran pesisir pantai yg rendah. Contohnya di pasir putih karena banyak bangunan yg menjorok ke laut (pasir putih village) timur wisata batu kenong di bangun ada 3 village.

Sampah-sampah sebelum berlabuh dipantai pasir putih melewati area ini sampah plastik nya nyangkut di terumbu karang, nanti Ibu. Kabid kami kirimi foto terumbu karang yg banyak sampah plastik nya, hari minggu lalu kami dan team mau mengambil gambar bawah laut airnya keruh jadi hasilnya kurang bagus. Selain pesisir pantai banyak sampah juga sepadan jalan pantura jalan nasional plengsengan banyak yg rusak, karena bila air laut pasang air laut akan naik ke jalan dan kembali lagi ke laut melalui celah-celah Plengsengan pinggir jalan (tepi pantai).
Bersambung…
TIM TR

