CV Cemara Perkasa Dua Dituding Menyepelekan Pekerjaan, Kontroversi Terus Mencuat

SITUBONDO, – CV Cemara Perkasa Dua, yang sering dijuluki “Pendekar Sakti Mandra Guna,” masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Hingga hari ini, tanggal 4 Desember 2023, pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut tetap tidak memenuhi standar kualitas, meskipun telah banyak disoal sejak tahun 2022 hingga 2023. Pekerjaan terkesan asal-asalan dan amburadul.

Publik semakin kecewa karena pihak dinas terkait tidak memberikan ketegasan dalam menangani masalah ini. Ketika dinas ditanya mengenai rekomendasi yang diberikan kepada CV Cemara Perkasa Dua, mereka hanya memberikan jawaban yang tidak jelas.

Pada hari Senin, seorang warga bernama Ali bertemu dengan salah satu pelaksana proyek yang dikenal dengan panggilan Rofek. Ali menemui Rofek di lokasi pekerjaan yang sebelumnya telah diperbaiki. Namun, hasil perbaikan yang diperlihatkan oleh Rofek membuat Ali tertawa. Pekerjaan tersebut masih tetap amburadul meskipun telah ada perbaikan. Pasangan batu, campuran semen, pasir, dan pondasi masih belum memenuhi standar yang seharusnya.

Masyarakat awalnya merasa senang ketika mengetahui bahwa CV Cemara Perkasa Dua akan melaksanakan proyek tersebut. Namun, kekecewaan yang mendalam melanda masyarakat ketika mengetahui hasil pekerjaan yang amburadul. Mereka merasa seperti uang yang mereka keluarkan seolah-olah hanya digunakan untuk kepentingan pribadi atau seakan-akan uang mereka dihamburkan begitu saja.

Ustad Rasidi, seorang tokoh masyarakat, mengakui bahwa campuran semen yang digunakan oleh CV Cemara Perkasa Dua kurang bagus. Selain itu, ketebalan pekerjaan seharusnya 30 cm, tetapi kenyataannya hanya 19 cm. Banyak rekanan dan perbincangan yang menyatakan bahwa jika tidak ada perbaikan yang dilakukan sesuai dengan spesifikasi, maka pekerjaan tersebut tidak akan sesuai dengan standar yang diharapkan.

Muncul dugaan adanya kongkalikong antara pihak dinas terkait dengan CV Cemara Perkasa Dua. Hal ini diduga karena pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan ini telah banyak disoal sejak tahun 2022 hingga 2023. Dugaan kuat bahwa CV Cemara Perkasa Dua memaksakan diri untuk mendapatkan proyek, padahal pekerjaan yang mereka lakukan telah terbukti amburadul dan tidak bisa mencapai hasil maksimal.

Sebagai fungsi kontrol sosial, pihak yang terkait akan terus memantau perkembangan pekerjaan ini. Jika hingga tahun 2024 tidak ada perubahan yang signifikan, mereka akan mengambil tindakan pelaporan yang lebih tegas. Pungkas Ali, salah seorang warga yang kecewa dengan hasil pekerjaan CV Cemara Perkasa Dua, menyarankan agar perusahaan tersebut dimasukkan dalam daftar hitam.

Media Teropong Reformasi akan terus mengikuti perkembangan kontroversi ini dan memberikan informasi kepada publik.

HOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *