Situbondo Darurat Demam Berdarah Awali Bulan Mei 2024, 3 Korban Meninggal di Tempat Berbeda.
SITUBONDO, 7 Mei 2024 – Situbondo, sebuah Kabupaten di Jawa Timur, menghadapi krisis kesehatan serius dengan munculnya wabah demam berdarah pada awal bulan Mei ini. Dalam beberapa hari terakhir, terkonfirmasi bahwa tiga orang telah meninggal dunia yang merupakan anak Sekolah Dasar (SD) akibat penyakit ini di tiga lokasi yang berbeda.
Saat dikonfirmasi awak media, Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, dr Roekmy mengatakan bahwa, “Benar, ada tiga korban meninggal tersebut berasal dari wilayah yang berbeda. Diantaranya yang bertempat tinggal di Kelurahan Dawuan dan bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Kecamatan Situbondo”.
Dari hal ini tentunya pihak berwenang agar segera melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan di wilayah tersebut untuk meminimalisir penyebaran lebih lanjut.
Selain itu, seorang korban juga dilaporkan meninggal yang merupakan warga Desa Curah Jeru Anak SD kelas 5, bersekolah di salah satu Sekolah Dasar di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji.
Namun, belum ada tindakan langsung dan mendapat perhatian dari tim medis dan juga petugas kesehatan setempat. Langkah-langkah pencegahan yang ketat segera diambil untuk melindungi penduduk setempat dan memutus rantai penyebaran penyakit ini.
Ketiga, kasus kematian terkait demam berdarah juga terjadi di salah satu Kecamatan Jangkar.
“Dalam bulan April 2024 ada 91 kasus DBD dan Bulan Mei 2024 ada 9 kasus DBD diantaranya yang terkonfirmasi 3 meninggal dan 1 kritis”, ungkap Direktur RSUD Situbondo.
Sementara itu, Kadinkes Situbondo, dr. Sandi saat dikonfirmasi oleh media ini melalui telepon whatsapp pribadinya tidak ada jawaban hingga berita ini ditayangkan.
Hos

