Anggota Dewan Dorong Petani Tembakau Situbondo untuk Beradaptasi dan Berinovasi Menghadapi Perubahan Iklim dan Tantangan Pasar
SITUBONDO, – Perubahan iklim yang semakin ekstrem, dengan curah hujan yang tidak menentu dan suhu yang meningkat, telah menimbulkan tantangan serius bagi petani tembakau di Kabupaten Situbondo. Menghadapi situasi ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo, Junaidi, menyampaikan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam praktik pertanian.

Dalam pernyataannya, Junaidi menekankan pentingnya pemilihan bibit tembakau yang sesuai dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah. “Petani diharapkan memilih bibit yang tahan terhadap kekeringan dan hama penyakit, yang dapat muncul akibat dampak perubahan iklim. Pilihan bibit yang tepat akan sangat menentukan kualitas hasil panen yang diperoleh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Junaidi merekomendasikan penggunaan teknologi irigasi yang efisien. “Sistem irigasi tetes atau sumur bor sangat dianjurkan untuk menghemat pemakaian air, khususnya di musim kemarau. Selain itu, pembuatan bak penampungan air hujan dapat membantu dalam mengelola cadangan air yang lebih baik,” tambahnya.
Junaidi juga mendorong petani untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam memasarkan hasil panen mereka. “Dengan memanfaatkan platform online, petani bisa langsung menjual produk mereka kepada konsumen. Selain itu, menjalin kemitraan dengan perusahaan rokok atau industri tembakau lainnya dapat menjadi strategi efektif untuk memastikan pemasaran hasil panen serta mendapatkan akses kepada teknologi dan pengetahuan baru yang relevan,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang adaptif dan inovatif, Junaidi optimis bahwa petani tembakau di Kabupaten Situbondo dapat mengatasi tantangan yang dihadirkan oleh perubahan iklim dan fluktuasi harga pasar. “Perubahan iklim membawa banyak tantangan, namun di sisi lain, ini menawarkan kesempatan untuk mengembangkan pertanian tembakau yang lebih berkelanjutan dan produktif,” tegasnya.
Diharapkan dengan arahan dan dukungan yang tepat, para petani dapat memaksimalkan potensi sumber daya yang ada, menjaga kualitas hidup mereka, serta berkontribusi terhadap keberlanjutan pertanian di wilayah Situbondo. Ini menjadi langkah penting dalam memastikan keberlangsungan usaha pertanian tembakau yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan.
Gito

