Sembilan Perahu Nelayan Karam Diterjang Gelombang di Jangkar, Polisi Imbau Waspada Cuaca Ekstrem sebelum Melaut
SITUBONDO – Cuaca buruk yang terjadi di perairan utara Situbondo mengakibatkan sembilan perahu nelayan di pesisir Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, mengalami kerusakan dan karam akibat diterjang angin kencang serta gelombang tinggi, Minggu (7/6/2026) dini hari.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun para nelayan mengalami kerugian material karena perahu dan perlengkapan penangkapan ikan yang berada di dalamnya ikut tenggelam dan rusak.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa, S.H., M.H., mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 06.00 WIB dan langsung menurunkan personel ke lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan pendataan serta membantu penanganan di lapangan.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota Satpolairud bersama TNI AL dan BPBD langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan, pengecekan kondisi perahu serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan lebih lanjut,” ujar AKP Gede.
Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak sembilan perahu jenis payangan milik nelayan Desa Jangkar terdampak cuaca ekstrem tersebut. Tiga perahu mengalami rusak berat dan enam perahu mengalami rusak sedang. Selain itu, sejumlah alat tangkap ikan milik nelayan juga tenggelam dan mengalami kerusakan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat angin kencang disertai gelombang besar datang secara tiba-tiba. Pada saat bersamaan kondisi air laut sedang pasang sehingga air masuk ke dalam perahu-perahu yang ditambatkan di pesisir pantai.
“Sebagian besar pemilik perahu tidak berada di lokasi saat kejadian karena masih berada di rumah. Akibatnya perahu tidak sempat diamankan sehingga banyak yang kemasukan air dan akhirnya karam,” jelas AKP Gede.
Kerugian yang dialami para nelayan diperkirakan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk setiap perahu, belum termasuk kerusakan perlengkapan penangkapan ikan yang ikut tenggelam.
Pasca kejadian, personel Satpolairud bersama warga melakukan pengecekan dan pendataan terhadap seluruh perahu yang terdampak. Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.
AKP Gede mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat memasuki musim angin dan gelombang tinggi.
“Kami mengingatkan para nelayan untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca sebelum melaut, memastikan kondisi perahu dalam keadaan baik, serta mengamankan perahu dengan tambatan yang kuat ketika diparkir di pesisir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut,” tegasnya.
Selain itu, nelayan juga diimbau segera berkoordinasi dengan aparat atau petugas terkait apabila mengetahui adanya potensi cuaca ekstrem maupun keadaan darurat di perairan.
“Apabila masyarakat pesisir atau nelayan membutuhkan bantuan kepolisian maupun menemukan kondisi darurat di laut, segera hubungi Call Center Polri 110 yang aktif 24 jam untuk mendapatkan penanganan cepat,” pungkas AKP Gede.
Polres Situbondo melalui Satpolairud akan terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pesisir guna memastikan aktivitas nelayan dapat berjalan dengan aman serta meminimalkan risiko akibat cuaca buruk.
Hariadi/Boy

