Bersih Desa Dusun Bogo, Desa Nglawak: Semarak Lestarikan Budaya Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-81

Kertosono, 14 Agustus 2026 – Suasana penuh syukur dan riuh kegembiraan menyelimuti Dusun Bogo, Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, saat warga menyelenggarakan tradisi Bersih Desa atau Nyadran yang bertepatan dengan semangat menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Sejak pagi hingga sore hari, dusun yang tenang itu berubah menjadi tempat berkumpulnya warga dari berbagai penjuru, menyaksikan dan menikmati rangkaian seni budaya yang diwariskan leluhur.

Puncak acara ditandai dengan kirab Reog yang mengelilingi sepanjang jalan dusun, menampilkan keindahan seni yang memanjakan mata dan mengobarkan semangat kebersamaan. Prosesi dilanjutkan dengan iring-iringan membawa tumpeng dari kediaman Iwantoro menuju panggung utama, diiringi lantunan sholawat dan sorak warga yang menyambut atraksi rombongan Pecut Indonesia” – momen yang penuh makna silaturahmi sekaligus kebanggaan akan identitas budaya lokal.

Yang menjadi keistimewaan tahun ini adalah penyatuan dua kesenian legendaris: Reog dan Jaranan dalam satu barisan. Dua puluh topeng barongan berbentuk kepala naga bergerak serasi bersama kuda-kuda anyaman bambu, menciptakan pemandangan yang unik dan memukau. Konsep ini memang sempat membuat penonton bertanya-tanya, namun ternyata menjadi kejutan manis yang dirancang dengan matang, agar warga tetap bisa menikmati seluruh pertunjukan.

“Konsep ini kami susun agar tradisi tetap lestari dan semua warga, tua maupun muda, bisa merasakan kebahagiaan yang sama,” ujar Iwantoro saat dimintai keterangan. Ia menambahkan, perubahan tata cara penyajian ini bukan mengubah makna tradisi, melainkan upaya warga beradaptasi dengan kondisi saat ini demi menjaga semangat syukur dan persatuan.

Kegiatan berjalan aman dan kondusif, berkat pengamanan ketat dari Babinsa, Bhabinkamtibmas beserta jajaran Polsek Kertosono, serta dukungan penuh pemdes desa Nglawak Karang Taruna, tokoh masyarakat, panitia, dan partisipasi aktif seluruh warga .
Bagi warga Dusun Bogo, perayaan ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan wujud bakti kepada leluhur yang telah membuka dan merawat tanah ini, serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah dan keselamatan yang dilimpahkan.

Dengan semangat persatuan yang kian menguat, tradisi ini menjadi bukti bahwa budaya leluhur tetap hidup dan berkembang, beriringan dengan semangat kemerdekaan yang senantiasa dijaga dan diwariskan.

Gus Ipul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *