Layanan Parkir 87 PT Bangun Jaya Power Surabaya di Rumah Sakit Besuki

Situbondohttp://teropongreformasi.co.id – RSUD Besuki adalah salah satu fasilitas publik yang terus dibenahi dan direnovasi, RSUD ini terbesar di Situbondo bagian barat daerah Besuki. Terkadang juga melayani rujukan dari puskesmas di sekitar wilayah Besuki karena memiliki peralatan dan tenaga medis yang lebih lengkap. Dengan begitu pasien dan pengunjung rumah sakit ini terpantau selalu ramai, pihak rumah sakit juga menyediakan tempat parkir yang sangat luas agar keluarga pasien ataupun pengunjung yang berkunjung dapat memarkirkan kendaraannya dengan aman dan nyaman. Kamis(4/5/2023)

Lahan parkir yang sangat luas ini rupanya dikelola dengan Sistem Parkir 87 yang merupakan salah satu produk dari PT. Bangun Jaya Power Power Surabaya. Rumah sakit Besuki menjalin kerja sama dengan PT tersebut untuk memberikan layanan parkir kepada keluarga pasien ataupun pengunjung.

Ditahun pertama pelayanan parkir yang diberikan sangat baik. Mulai dari petugas parkir yang sigap, karcis, portal, papan rambu hingga tarif yang sesuai aturan daerah.

Menurut keterangan karyawan RSUD Besuki, sisa kontrak dengan PT tersebut tersisa 2 tahun lagi dan apabila kontraknya sudah habis, lahan parkir tersebut akan dikelola sendiri oleh pihak RS.

Disisa-sisa akhir masa kontrak pengelolaan parkir tersebut Tim Teropong Reformasi (TR) selama beberapa bulan terakhir mendapatkan banyak aduan dari keluarga pasien ataupun pengunjung RS yang tidak puas dengan layanan parkir yang dikelola oleh PT tersebut. Mulai dari petugas parkir yang tidak jelas keberadaannya sehingga kendaraan yang parkir sering kali Amburadul bahkan sering kali menutup jalur mobil ambulan, sehingga menyulitkan proses penurunan pasien yang dibawa oleh ambulan ataupun yang dibawa sendiri oleh keluarga pasien untuk mendapatkan perawatan gawat darurat di RSUD Besuki.

Tidak cukup hanya sampai disitu, tiket/karcis juga tidak ada. Petugas parkir hanya 1 orang berjaga diloket portal pintu keluar untuk menarik pembayaran parkir senilai Rp 2000,- untuk motor dan Rp 3000,- untuk mobil. Dengan terbatasnya petugas parkir secara otomatis kendaraan sering parkir sembarangan dan tidak tertib, bahkan jika pengunjung wanita hendak memarkirkan atau mengeluarkan kendaraannya sering mengalami kesulitan, biasanya ada petugas parkir yang bisa untuk dimintai bantuan namun tidak ada petugas parkir yang terlihat.

Selanjutnya untuk tarif juga perlu dipertanyakan, semula Rp 1000,- untuk motor dan Rp 2000,- untuk mobil yang sesuai aturan daerah sekarang berubah menjadi Rp 2000,- untuk motor dan Rp 3000,- untuk mobil, tarif ini awalnya terpampang jelas dipapan tarif portal masuk namun saat ini papan tersebut sudah menghilang dan diganti dengan tempelan kertas diloket portal pintu keluar. RSUD selevel ini selalu ramai, pendapatan dari layanan parkir pasti besar dan menguntungkan pihak pengelola.

Namun layanan yang diberikan benar-benar mengecewakan, mulai dari tarif yang tidak sesuai aturan daerah sehingga membuat beberapa pengunjung merasa enggan untuk masuk dan parkir lebih memilih memarkirkan kendaraan diluar area RS, petugas yang hanya 1 orang diloket portal keluar, portal yang sering macet, tombol portal yang tidak berfungsi hingga tidak adanya tiket/karcis.

Rumah sakit adalah tempat orang membutuhkan pertolongan, jangan dibuat kesempatan untuk meraup keuntungan, dahulukan pelayanan yang baik.

Tim TR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *