Tidak Ada Keseriusan Penanganan Stunting di Situbondo Seorang A FCktifis KJS dan lsm reformasi Geram
Situbondo, http://teropongreformasi.co.id – Seharusnya para pemangku kepentingan memberi perhatian serius terhadap masa depan generasi penerus bangsa dari ancaman stunting khususnya di Situbondo. Upaya yang berkelanjutan dan terukur dalam penanganan stunting di Situbondo sangat diperlukan. Sesuai cita cita Bupati yang akan menjadikan Situbondo lumbung pangan nasional.

Namun lain halnya dengan Eka Indah Novita dari awal tidak ada penanganan serius, awal mengalami Gizi Buruk Eka pernah di bawa ke RSUD Abdoer Rahem beberapa hari opname akhirnya pihak Rumah Sakit menyarankan untuk di rujuk ke Jember dengan biaya 20 jt karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak memungkinkan Eka di bawa pulang untuk dirawat di rumahnya di Desa Juglangan hingga berhari-hari tidak ada perkembangan. Dalam keadaan putus asa seorang pegiat sosial hadir Dhani Lembaga Perlindungan Publik (LPP) membantu mempertemukan seseorang pegiat sosial lainnya bernama Karyo yang memutuskan agar Eka dibawa ke salah satu RS di Bali. Entah bagaimana caranya tahu tahu Dinkes situbondo langsung turun tangan dan Eka kembali masuk RSUD Abdoer Rahem ditangani secara serius barulah ada perkembangan Eka yang awalnya sulit untuk dimasuki makanan sekarang sudah mulai bias makan. Dinilai sudah bisa mandiri dan ada perkembangan akhirnya Eka diperbolehkan pulang. Sayangnya tidak ada intervensi pemerintah yang seharusnya dilakukan secara berkesinambungan.
Okto Lohnanto mengatakan “pembangunan sumber daya manusia kita itu harus dimulai dari ketika lahir dalam keadaan sehat, alam keadaan tidak stunting. karena kalau sudah tidak sehat sampai kapanpun tidak akan bagus SDM kita,” ungkapnya.

Jadi siapapun Bupatinya, Camatnya, Lurahnya atau Kadesnya, penanganan stunting ini harus menjadi program berkelanjutan dan seumur hidup. Selama Indonesia masih merdeka maka stunting ini harus diperangi betul.
Dalam hal ini, dirinya meminta supaya intervensi pemerintah dalam penanganan stunting wajib dilakukan, seperti intervensi kesehatan, gizi dan juga intervensi bantuan sosial untuk penanganan kemiskinan dapat dilakukan dengan maksimal.
“Penanganan stunting, rumah tangga miskin, itu harus ditangani secara terintegrasi. Dirinya berharap sebagai aktifis mengatasi ancaman stunting, ujar woni, sapaan akrabnya, membutuhkan kerja sama semua pihak mulai dari masyarakat di lingkup keluarga hingga para pemangku kepentingan di pemerintahan.
Woni, yang juga Ketua Komunitas Jurnalis Situbondo itu meminta para pemangku kepentingan segera mengambil langkah-langkah yang strategis dan terukur dalam upaya menekan angka stunting di Situbondo.
Hos

