HUT KE 35 TAHUN “MAJALAH BERKAT” TAK BERKESUDAHAN BERKATNYA.

Surabayahttp://teropongreformasi.co.id – Ungkapan rasa syukur dan bangga terpancarkan dari para pengurus dan undangan peringatan hari ulang tahun ke 35 Majalah Berkat. Diadakan di Gereja Kristen Indonesia, jalan Ngagel Jaya Utara no 81. Kelurahan Pucang Sewu, kecamatan Gubeng, kota Surabaya. Usia yang cukup dewasa dan tidaklah mudah untuk mempertahankan eksistensi sebuah media cetak sejak tahun 1988 hingga pada saat ini.

Bermula dari Gereja Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) yang eksis tanggal 22 Pebruari 1934. Kemudian berganti nama menjadii Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jawa Timur. Di Surabaya ada GKI Jatim Surabaya yang berkantor di jalan Johar nomor 4 Surabaya. Seiring waktu GKI Jatim Surabaya mengalami perkembangan, lalu dibagi lima daerah pelayanan yaitu GKI Jatim Surabaya daerah Sulung, Residen Sudirman, Embong Malang, Diponegoro dan Ngagel.

Mengingat pelayanan yang makin banyak, maka pada tanggal 3 April 1974 dilaksanakan kebaktian pengembangbiakan menjadi lima gereja GKI yang berotonom penuh. Untuk pelayanan di bidang penerbitan, dibentuklah Yayasan Penerbitan Berkat pada tanggal 27 November 1974.

Yayasan ini menerbitkan buku nyanyian rohani anak-anak yang dikerjakan oleh Ibu Oey Sien Nio (alm) yang waktu itu adalah Kepala Kantor Gereja. Kemudian meminta Ibu Na Kiem Hwie merevisi sekaligus menjadi ilistrator gambar untuk buku nyanyian tersebut. Dari tahun 1974 sd 1994 sudah dicetak sebanyak 216.500 buku.

Kemudian tahun 1988 Yayasan Penerbitan Berkat mulai mencetak tabloid Berkat dan sepuluh tahun kemudian dicetak majalah Berkat secara full colour yang dikelola sampai sekarang oleh Willy Purwosuwito, M.A., M.Th. sebagai Senior Editor Majalah Berkat . Sedang Pemimpin Redaksi dijabat oleh Purnowo Junarso, S.T. Wawasan teologia BERKAT bersifat mengenal, memberi wawasan kemajemukan dalam berteologia dalam kerangka semangat ekumenis. Bersifat analisis dengan memotivasi anggota jemaat untuk berteologia. Bersifat implementasi sehingga pembaca dapat mengaktualisasikan pemahaman teologianya.

Di dalam mukadimah Tata Gereja GKI butir 10 dikatakan dalam kebersamaan yang dijiwai oleh lman Kristen tentang semangat persatuan dan kesatuan bangsa, GKI membuka diri untuk bekerjasama dan berdialog dengan gereja lain secara ekumenis serta kelompok- kelompok yang ada di dalam masyarakat guna mengusahakan kesejahteraan, keadilan, perdamaian bagi seluruh rakyat Indonesia. Beranjak dari situ kiprah majalah BERKAT banyak menjalin hubungan dengan lintas agama, suku dan budaya

Acara dimulai pukul 18.00 WIB di awali lbadah syukur. Semua pujian dalam ibadah diiringi oleh musik Keroncong Rusmasari yang anggotanya dari lintas agama.

Dr. Ronny H. Mustamu, M.Mgt., CPHR., CBA. Sebagai narasumber menyampaikan pemahaman pentingnya mengerti dan memilah mengenai tiga hal komponen yaitu: Atribusi, Aset, Kapabilitas dalam menjalankan bisnis usaha apapun. Pengisi acara yang turut memeriahkan perayaan: Musik Keroncong, Tari Bedhaya, Vokal Grup Bejana Kasih GKI Ressud, Angklung GKI Ngagel. Di penghujung acara lbu Indah Kurnia, SE., MM anggota DPR-RI komisi XI dari fraksi PDI-Perjuangan turut menyemarakan suasana. Lagu rohani langgam keroncong dengan nada dasar D berjudul Kasih pasti lemah lembut dan Hidup ini adalah Kesempatan dilantunkan bu Indah dengan gayeng . Akhirnya Ketua Pengurus Yayasan Penerbitan Berkat Ir. Bambang Harianto berharap kiranya Majalah Berkat tetap menjadi sumber sejarah, sumber informasi sekaligus sumber bacaan yang dapat menggugah dan menumbuhkan iman percaya kita baik sebagai jemaat maupun yang gereja dari GKI di untuk lintas ekumene, lintas iman dan masyarakat secara luas.

Redhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *