Ketua LSM Ancam Laporkan Kepala DesaJatibanteng atas Dugaan Penyelewengan Dana Desa

SITUBONDO, – Ketua LSM Perjuangan Rakyat, Rahmat Hartadi, mengancam untuk melaporkan Kepala Desa Jatibanteng atas dugaan penyelewengan dana desa yang mengakibatkan terhentinya pembangunan jembatan di Desa Jatibanteng, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo. Proyek pembangunan jembatan ini diharapkan dapat menjadi penghubung vital bagi masyarakat setempat yang terisolasi akibat banjir.

Masyarakat Desa Jatibanteng secara keseluruhan merasa kesal dan kecewa dengan kondisi ini. Mereka menyatakan bahwa jembatan tersebut sangat penting untuk memudahkan akses ke dusun-dusun yang terdampak banjir. Salah seorang warga, dengan inisial W, mengungkapkan kekecewaannya kepada media setempat, menyatakan bahwa meskipun pembangunan jembatan telah dianggarkan, proyek tersebut belum juga dimulai. Warga lainnya juga mengalami nasib serupa, karena belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Jatibanteng mengenai alasan terhentinya pembangunan dan keberadaan dana yang telah dicairkan.

Dalam upaya mengungkap kebenaran atas keluhan masyarakat, tim media Teropong Reformasi melakukan investigasi. Namun, sulit untuk menghubungi Kepala Desa Jatibanteng, Musawir, yang merupakan pihak terkait dalam hal ini. Hingga saat ini, pembangunan jembatan belum terealisasi, dan masyarakat di dusun Dauh semakin mendesak agar pembangunan jembatan sebagai penghubung utama segera dilaksanakan.

Informasi yang diperoleh oleh media Teropong Reformasi mengindikasikan bahwa proyek pembangunan jembatan dengan anggaran ratusan juta rupiah telah dikontrakkan. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) ingin memperoleh keuntungan finansial dengan melibatkan pihak ketiga. Anggaran tersebut berasal dari Dana Desa (DD) tahun 2023 yang telah dicairkan di Kabupaten Situbondo. Namun, kenyataannya, tidak ada tanda-tanda pekerjaan dilaksanakan atau bahkan proyek tersebut telah terhenti.

Berdasarkan fakta-fakta yang ada, dapat disimpulkan bahwa proyek pembangunan jembatan Desa Jatibanteng, yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) tahun 2023 sebesar Rp. 400 juta rupiah, terhenti. Dugaan kuat muncul bahwa proyek tersebut hanya menjadi sumber keuntungan semata.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Jatibanteng, Musawir, belum dapat dihubungi, dan belum ada tanggapan yang bermakna terkait keluhan masyarakat. Masyarakat Desa Jatibanteng menuntut kejelasan mengenai dugaan penyelewengan dana dan pembangunan jembatan yang tertunda ini. Ketua LSM Perjuangan Rakyat, Rahma Hartadi, mengancam akan melaporkan Kepala Desa Jatibanteng ke pihak berwenang jika tidak ada tindakan yang diambil untuk menyelesaikan masalah ini.

Hos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *