Konflik Warga Terjadi di Pemakaman Jalan Seroja, Lurah Patokan Diminta Bertindak Tegas
SITUBONDO, 04 Januari 2024 – Konflik antara warga terkait lahan pemakaman di Jalan Seroja, Kelurahan Patokan, terus berlanjut. Pada pertemuan di Pendopo Kelurahan Patokan yang berlangsung baru-baru ini, muncul klaim dari sekelompok warga Kelurahan Dawuhan yang mengaku sebagai ahli waris tanah pemakaman tersebut. Mereka, yang diwakili oleh seseorang berinisial Hw, tidak dapat menunjukkan surat-surat kepemilikan yang sah namun telah membangun pagar di tengah area pemakaman, menimbulkan kekhawatiran dan ketegangan di masyarakat sekitar.

Dalam menangani masalah ini, seorang warga melaporkannya kepada Lurah Patokan. Setelah dilakukan mediasi dan kunjungan ke lokasi yang dipersengketakan, pada tanggal 4 Januari 2024 pukul 08.30 WIB, Lurah Patokan mengundang perwakilan warga untuk pertemuan lanjutan guna menyelesaikan konflik antara pihak yang mengklaim lahan pemakaman dan pihak yang menentang pembangunan pagar di area tersebut.
“Sesuai cerita dari orang tua kami, tanah pemakaman ini adalah milik keluarga kami,” ungkap seorang warga yang merupakan perwakilan dari pihak yang mengklaim lahan. “Karena itulah kami membangun pagar di area pemakaman ini dan berencana untuk mengunci pintunya di kemudian hari.”
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Polsek Kota serta Kanit Intel Polsek Kota. Hadir pula Pak RT setempat dan seorang penggiat dari Lembaga Pemberdayaan Publik (LPP) yang diundang oleh Lurah Patokan.
Ketua Umum LPP memberikan tanggapannya terkait tindakan yang dilakukan oleh pihak yang membangun pagar di dalam pemakaman. “Tindakan pemagaran seperti yang dilakukan oleh sdr. SL dan kawan-kawannya terlihat tidak memiliki dasar yang kuat. Mereka seharusnya menunjukkan surat kepemilikan lahan yang sah sebelum melakukan tindakan pemagaran,” ujar Ketua Umum LPP yang akrab dipanggil Bang Dani Argosatu.
Namun, terkait hasil keputusan pertemuan tersebut, Bang Dani tidak dapat memberikan penjelasan yang detail karena Ketua Umum LPP meninggalkan ruang pertemuan sebelum rapat usai.
“Kami berharap konflik seperti ini tidak berkepanjangan dan menimbulkan ketegangan di antara warga. Lurah Patokan harus bertindak tegas dan jelas dalam menangani persoalan ini,” tegas Dani dari LPP.
HOS

