Paslon Petahana AG 1 Lagi – Lagi Melakukan Kampanye Terselubung

KEDIRI, – Wakil bupati Dewi Maria Ulfa, menjadi perbincangan publik, setelah dalam pernyataanya di acara  Peresmian ” Mbangun Dalan e Tani ” di Desa Manyaran Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, pada Selasa ( 10/09/2024 ), dalam pernyataannya, Mbak Dewi, sapaan akrabnya melontarkan kalimat himbauan untuk memilihnya lagi nanti di pemilu kepala daerah 2024 yang tepatnya pada 27/11/2024.

Dalam sambutannya Mbak Dewi menyatakan dihadapan ratusan petani warga desa Manyaran, Kecamatan Banyakan,  yang sudah di persiapkan oleh panitia ini menghimbau warga untuk memilihnya lagi nanti di pemilihan 2024. Mbak Dewi yang, memotong tumpeng peresmian jalan beton sepanjang enam ratus meter, yang di bangun di tengah area persawahan, dengan dana swadaya masyarakat setempat.

” Saya tidak kampanye gih bapak – ibu, saya hanya menghimbau kepada panjenengan semua untuk memilih saya dan mas Dito lagi, biar saya dan mas Bupati bisa melanjutkan program – program yang sudah ada,” ujarnya disambut dengan teriakan yel – yel kata lanjutkan….lanjutkan….lanjutkan oleh warga yang hadir.

Acara yang di adakan ditengah sawah ini syarat akn nuansa politik yang dibalut dengan sedemikian rapi agar terkesan kalau acara itu acara biasa yang diadakan oleh masyarakat.

Dari ratusan warga yang hadir, ada beberapa orang yang mengenakan kaos putih bertuliskanmas Dhito Dewi di bagian punggung dengan paku yang menancap. Dibagian depan nampak jelas gambar wajah sang bacalon bupati petahana. Wajah bupati dan wakil bupati Kediri.

Saat awak teropong reformasi bertanya kepada warga yang memakai kaos putih bertuliskan Dhito Dewi itu dapat dari mana atau beli dimana, Bapak yang tidak mau menyebutkan namanya itu menjawab, ” Diparingi panitia Mbak, mboten tumbas ( di kasih panitia, tidak beli ).” Jawab nya.

Namun langsung menghindar saat awak teropong reformasi bertanya siapa yang memberi kaos tersebut

Namun sungguh di sayangkan acara – acara seperti ini selalu lolos dari pantauan Badan Pengawas Pemilu kabupaten Kediri. Dan ini terjadi tidak hanya di Banyakan saja, tapi di semua kegiatan, baik itu yang diadakan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Harapan pemilu yang jujur dan adil hanya menjadi slogan kosong semata.

( nurni kdr )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *