DENGAN SEBILAH CELURIT DI TANGANNYA SEORANG PRIA PARUH BAYA MENGAMUK DI BALAI DESA JATIBANTENG

SITUBONDO, – Kisah memilukan di hadapi oleh seorang Kepala Desa di wilayah Kecamatan Jatibanteng, iya mengalami peristiwa pahit ketika masih aktif menjabat sebagai Kepala Desa. Kejadian yang terekam CCTV itu, kini videonya viral.

Tepatnya pada hari senin 06/01/2025 jam 10:45 Wib di Balai Desa jatibanteng, terjadi sebuah peristiwa yang mengancam nyawa seorang Kepala Desa aktif Desa Jatibanteng. Pada jam dinas Musawwir Kepala Desa Jatibanteng, di datangi oleh seorang lelaki paruh baya yang bernama pak, nanang/endin 50 thn warga Desa Jatibanteng.

Kedatangan pak nanang/endin ke Balai Desa saat itu penuh dengan amarah, iya mencari Musawwir (kades Jatibanteng) dengan sangat emosi. Tanpa menggunakan baju atau dengan telanjang dada, nanang/endin tanpa basa basi langsung mengamuk.

Musawwir kades kebetulan saat itu tidak sadar jika iya kedatangan pak nanang/endin ke Balai Desa.

Selanjutnya, ketika berpapasan di aula Balai pak nanang/endin langsung menyerang Musawwir dengan menggunakan kursi plastik yang ada di aula Balai tersebut. Beruntung kejadian itu terlihat oleh seorang warga, yang langsung melerainya.

Namun apes warga tersebut juga mendapat amukan dari pak nanang/endin menggunakan sisa – sisa kursi plastik yang ada di tempat itu, sehingga iya mengalami luka ringan di bagian tangannya. Setelah puas mengamuk ke seorang warga yang melerainya pak nanang/endin langsung pergi.

Sesaat setelah meninggalkan lokasi Balai Desa tersebut, pak nanang/endin kembali lagi dengan membawa sebilah celurit ditangannya. Menyadari tidak ada orang di Balai Desa, iya pun mengamuk dan berteriak – teriak mencaci maki pak Musawwir Kades sambil merusak fasilitas umum dengan memotong – motong kabel listrik di dekatnya.

Sehingga setelah Kapolsek Jatibanteng datang dan bernegosiasi dengan pak nanang/endin, iya pun langsung turun dan pergi menggunakan motor dengan sebilah celurit masih tetap ditangannya. Kejadian itu berbuntut panjang, karena di laporkan ke Polsek Besuki oleh warga yang terluka disaat melerai kejadian tersebut.

Menurut beberapa keterangan dari berbagai sumber, kejadian itu di picu oleh persoalan hutang piutang. Musawwir Kades yang menggunakan sertifikat tanah pak nanang/endin yang dijaminkan untuk pinjaman, tidak kunjung di kembalikan.

Ekosub/Teropong Reformasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *