Mala, Sosok Ibu Muda Yang Inovatif : Berdagang Dan Beramal
KEDIRI, – Di tengah derasnya arus digital, banyak orang memanfaatkan media sosial hanya untuk hiburan. Namun berbeda dengan Mala, ibu dua orang anak, asal Bogor Jawa Barat, yang menetap di Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menjadikan media sosial menjadi ruang kreatif, sekaligus sarana mengembangkan usaha.
Dengan latar belakangnya sebagai content creator, memberinya kemampuan untuk mengemas dagangan sederhana menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Setiap hari, Mala tampak sibuk menyiapkan barang dagangannya, beraneka macam sayuran segar, kresek – kresek berisi aneka sayuran segar, ia tata dengan rapi.
Menariknya, dengan harga Rp.15.000/ kresek, pembeli sudah mendapatkan beberapa jenis sayuran untuk kebutuhan dapur sehari – hari.
Konsep inilah yang membuat jualannya cepat di kenal, baik di lingkungan sekitar maupun melalui unggahan konten di media sosialnya.
“Awalnya, saya hanya ingin berbagi di Jumat berkah untuk masyarakat sekitar, agar tetap bisa menikmati sayur setiap hari dengan harga terjangkau. Alhamdulillah, banyak yang antusias,” terang Mala kepada awak teropong reformasi.
Inovasi Mala, tidak berhenti di situ, ia juga menyisipkan nilai berbagi dalam setiap keuntungan yang diperolehnya.
“Bagi saya, berdagang bukan semata soal keuntungan, ada keberkahan tersendiri ketika rezeki bisa dinikmati bersama – sama,” imbuhnya dengan tersenyum ramah.
Konten – konten yang ia unggah di media sosial pun tidak hanya menampilkan aktivitas berdagang, tetapi juga pesan moral tentang kesederhanaan dan sosial. Tidak heran, banyak warganet yang merasa terinspirasi dengan semangatnya.
Bagi lingkungan sekitar, Mala adalah sederhana, sosok ibu muda yang tidak hanya berfikir untuk dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan kesejahteraan orang lain di sekitarnya. Ia bisa membuktikan bahwa meski dengan usaha sederhana, jika di jalankan dengan niat yang tulus, bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan luar biasa.
Salah satu warga merasa sangat terbantu dengan adanya sayur murah dari Mala.
” Dengan Rp 15.000, kita sudah mendapatkan sayuran se – kresek penuh dengan bermacam jenis sayuran. Bisa untuk persiapan sayur 4 – 5 hari kedepan,” ujar Yuni kepada awak teropong reformasi saat di temui di tempat terpisah.
Dengan langkah kecil namun penuh makna , Mala mampu menunjukkan, bahwa berdagang dan beramal bisa berjalan beriringan. Ia bukan hanya sekadar content creator atau pedagang sayur, melainkan sosok inspiratif yang menggerakkan semangat berbagi dari hal – hal yang sederhana.
( nurni kdr )

