SKANDAL JALUR ALTERNATIF! DPUPP Situbondo Biarkan Banjir Sampah 5 Hari di Jalan Seroja: Warga Korban Kinerja ‘Tutup Mata’
SITUBONDO, – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPP) Kabupaten Situbondo berada di titik nadir setelah berlarut-larutnya penanganan luapan air di Jalan Seroja, Kelurahan Dawuhan. Masalah sepele namun vital selokan mampet penuh sampah telah dibiarkan selama lima hari penuh, mengakibatkan air meluap ke badan jalan dan menciptakan kekacauan lalu lintas di jalur alternatif yang sangat padat.

Kritik pedas masyarakat tertuju langsung pada Kepala Dinas. Publik menilai DPUPP tidak hanya lamban, tetapi secara terang-terangan terkesan “tutup mata” dan “masa bodoh” terhadap kesulitan yang dialami warga.
Jalan Seroja kini memikul beban berat sebagai jalur pengalihan dari proyek perbaikan di Jalan WR. Supratman. Ironisnya, alih-alih memastikan kelancaran jalur alternatif ini, DPUPP justru membiarkannya tergenang oleh air.

“Ini bukan masalah teknis yang rumit, ini masalah sampah yang menyumbat! Tupoksi membersihkan selokan di jalan utama adalah tugas dasar DPUPP. Kalau masalah sebegini mudahnya saja tidak tertangani selama lima hari, lantas bagaimana masyarakat bisa percaya pada keseriusan dinas dalam menangani infrastruktur yang lebih besar?” ujar aktivis masyarakat Situbondo, Mujiono.
Kepala Dinas DPUPP dituntut untuk segera keluar dan memberikan klarifikasi yang tidak normatif, sekaligus meyakinkan publik dengan langkah-langkah konkret, bukan sekadar janji-janji kosong. Berikut adalah tuntutan substansi yang harus dijawab oleh Kepala Dinas untuk memulihkan kepercayaan public.
Kelalaian ini tidak bisa lagi ditoleransi. Warga Situbondo membutuhkan bukti nyata bahwa keselamatan dan kenyamanan mereka adalah prioritas utama, bukan sekadar basa-basi birokrasi. DPUPP harus segera bertindak, atau dianggap gagal menjalankan tupoksinya di mata publik.
Tim TR

