Pohon Mangrove Tumbang di Situbondo, Tim Reaksi Cepat BPBD Bersama Relawan Lakukan Pemotongan
Situbondo, http://teropongreformasi.co.id – Pada hari Senin, tanggal 7 Agustus 2023, sekitar pukul 18.00 WIB, sebuah kejadian bencana terjadi di Kabupaten Situbondo. Pohon mangrove dengan diameter sekitar 50 cm tumbang di Jalan Raya Pantura, Dusun Pecaron, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Kejadian ini mengakibatkan separuh badan jalan Pantura tertutup oleh pohon yang tumbang.

Setelah menerima laporan tentang kejadian tersebut, tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo segera menuju lokasi kejadian. Mereka bekerja sama dengan anggota Tagana, anggota Polsek, anggota Koramil, dan petugas Perhutani Kendit untuk melakukan pemotongan pohon mangrove yang tumbang menggunakan gergaji mesin dan peralatan lainnya.

Selama penanganan kejadian, petugas Satlantas Polres Situbondo Pos Pasir Putih melakukan pengaturan arus lalu lintas untuk mencegah terjadinya kemacetan di jalan Pantura. Beruntungnya, tidak ada laporan adanya korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini.
Penyebab tumbangnya pohon mangrove tersebut diduga karena akar pohon yang rapuh. Kejadian ini tidak menyebabkan kerugian materi yang signifikan.
Pada pukul 18.50 WIB, penanganan pemotongan pohon mangrove selesai dilakukan. Selama kejadian, kondisi cuaca di lokasi tergolong cerah.
Tim Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Situbondo melakukan beberapa langkah dalam menangani kejadian ini, antara lain meninjau lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kecamatan, Koramil, Polsek, dan Pemdes setempat, serta melakukan assessment terkait kerusakan, kerugian, dan sumber daya yang terdampak.
Beberapa pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian ini antara lain anggota Polsek Kendit, anggota Koramil Kendit, petugas Satlantas Polres Situbondo Pos Pasir Putih, anggota Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Situbondo, anggota Tagana Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, petugas Perhutani wilayah Kendit, dan Pemdes Klatakan.
Perlu dicatat bahwa data yang disampaikan merupakan data awal yang diperoleh dari berbagai pihak di lokasi kejadian dan dapat mengalami perubahan seiring perkembangan informasi. Jika ada tambahan data atau informasi terbaru, akan dilaporkan kembali.
Hariadi

