Kapal Layar Motor Faizin Putra Tenggelam di Perairan Situbondo, 3 Orang Selamat: Peringatan akan Keselamatan Maritim

Situbondohttp://teropongreformasi.co.id – Pada Sabtu (16/09), sebuah kapal layar motor (KLM) dengan nama Faizin Putra di kabarkan tenggelam di perairan Situbondo. Kejadian ini memicu peringatan akan pentingnya keselamatan maritim. Meskipun tragedi ini berakhir dengan tiga orang yang selamat, insiden tersebut menyoroti bahaya yang dapat terjadi di laut dan perlunya upaya peningkatan kesadaran akan keselamatan dalam pelayaran.

Kapal Faizin Putra, dengan ukuran 31 GT, sedang dalam perjalanan dari Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep menuju Pelabuhan Kalbut, Desa Semiring, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Kapal tersebut membawa muatan garam seberat 40.000 Kg. Namun, pada Jumat (15/09) sekitar pukul 17.00 WIB, kapal tersebut menabrak karang di Perairan Berighaan, Dusun Dhaja Gudang, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan. Akibatnya, kapal mengalami kebocoran pada lambungnya dan mulai tenggelam.

 

Awak kapal yang berjumlah tiga orang, termasuk nakhoda kapal H. Ahyar (58 tahun), serta dua anak buah kapal, Sadi (45 tahun) dan Mattohir (45 tahun), berhasil selamat dari kejadian tersebut. Mereka dievakuasi oleh seorang nelayan bernama Suyono yang secara kebetulan sedang mencari ikan di sekitar lokasi kejadian. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, kejadian ini dilaporkan kepada perangkat desa Kilensari, yang kemudian melapor kepada Satpolairud Polres Situbondo.

 

Tim SAR yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, TNI AL POS Panarukan, dan Basarnas Pos SAR Jember segera melakukan koordinasi dan penanganan terhadap kejadian ini. Hingga saat ini, belum ada laporan korban meninggal atau hilang akibat kejadian tersebut. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp500.000.000. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya kapal Faizin Putra.

Peristiwa ini menjadi perhatian dan mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dalam pelayaran. Cuaca berawan saat kejadian menunjukkan betapa cepatnya situasi di laut dapat berubah menjadi berbahaya. Tim Pusat Penanggulangan Bencana dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Situbondo telah melakukan langkah-langkah seperti mengevaluasi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan instansi terkait, dan melaporkan kepada pimpinan.

Para pihak terkait, termasuk KSOP kelas IV Panarukan, anggota Sapolairud Polres Situbondo, anggota Polsek Panarukan, anggota Kamla POS AL Panarukan, anggota Koramil Panarukan, anggota Pusdalops dan TRC BPBD Kabupaten Situbondo, anggota Tagana Dinsos Kabupaten Situbondo, serta pemerintah desa dan nelayan setempat telah datang ke lokasi untuk memberikan dukungan dan bantuan.

Kejadian ini menegaskan perlunya peningkatan pengawasan dan kesadaran akan bahaya di laut. Tim penyelamat terus berusaha melakukan pencarian dan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Kita diingatkan bahwa keselamatan maritim harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pelayaran.

Hariadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *