Tanah Longsor Timbun Rumah Warga di Desa Alastengah Kecamatan Sumber Malang

SITUBONDO, – Pada hari Senin, 24 November 2025, sekitar pukul 14.20 WIB, bencana tanah longsor terjadi di Desa Alastengah, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Kejadian ini menimpa rumah milik Pak Akiman (60 tahun) dan melibatkan dua kepala keluarga dengan enam jiwa.

Hujan lebat yang mengguyur wilayah ini sejak pukul 13.00 WIB mengakibatkan tanah menjadi gembur dan longsor setinggi ± 15 meter, panjang ± 20 meter, dan lebar ± 2 meter menimpa rumah Pak Akiman. Saat kejadian, Pak Akiman dan istrinya berada di ladang, sementara anaknya, Ibu Hosnainiah, berada di rumah. Ia tertimbun material longsor dengan hanya kepala dan tangan yang terlihat.

Warga setempat, termasuk Pak Marhatep, segera menerjang hujan lebat untuk menolong Ibu Hosnainiah dengan cara manual. Setelah berhasil dievakuasi, Ibu Hosnainiah dibawa ke Puskesmas Widoropayung untuk mendapatkan perawatan medis, sedang kondisi stabil.

Dari insiden ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, ada dua orang yang mengalami luka-luka:

  • Ibu Hosnainiah: Luka sedang (lekukan pada lutut dan siku).
  • Pak Marhatep: Luka ringan akibat terkilir saat menolong.
  • Bangunan rumah semi permanen milik Pak Akiman mengalami kerusakan berat, diperkirakan kerugian sebesar Rp 25.000.000,-.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Situbondo segera melakukan assessment di lokasi kejadian, berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kecamatan, Polsek,Koramil Sumber Malang,Tagana dan relawan. Mereka memberikan himbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi longsor susulan serta melaporkan kerusakan infrastruktur.

Kini, Ibu Hosnainiah sementara tinggal di rumah saudaranya, dan rencana tindak lanjut pasca-bencana akan segera dilaksanakan, termasuk penyaluran bantuan logistik.Ungkap Puriyono kordinator PUSDALOPS BPBD Situbondo saat di konfirmasi awak media Teropong Reformasi di lokasi kejadian.

Dengan kejadian ini masyarakat dapat lebih waspada dan BPBD siap untuk menangani setiap peristiwa bencana yang mungkin terjadi di masa mendatang.ungkap Puriyono kembali.

Hariadi/Boy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *